Saturday, 21 January 2017

Renungan tentang musibah

Renungan tentang musibah
Tidaklah aku ditimpa musibah kecuali aku melihat tiga kenikmatan dari Allah di dalamnya :

1. Allah menjadikan musibahku "ringan", padahal Allah Maha Kuasa untuk menimpakan kepadaku musibah yang lebih berat.

2. Allah menjadikan musibah pada duniaku, padahal Ia Maha Kuasa untuk menimpakan padaku musibah pada agamaku.

3. Allah menganugerahkan pahala bagiku atas musibah itu --jika aku bersabar-- pada hari kiamat kelak.

[Syaikhuna _al-Habib_ Syekh Salim Alwan al-Husaini mengutip perkataan Sayyidina Umar bin al-Khatthab رضي الله عنه yang disebutkan dalam kitab

تسهيل المنافع في الطب والحكمة

Sholat

Sholat
*#MuhasabahDiri*

*Dialog seorang Ustadz dalam sebuah kajian :*

*Ustadz* : _"Mas.. misal ni, rumah anda di Jogja dan anda kerja di Jogja, kalo atasan anda menawarkan pindah kantor, gak usah jauh2 deh ke Klaten aja trus gaji anda dijanjikan naik 4 kali lipat mau ga..?"_

*Jama'ah* : _"Mau banget ustadz..."_

*Ustadz* : _"Naah sekarang kalo Alloh ni yang menawarkan anda dengan tawaran begini , *"Wahai hambaKu sholatlah kalian berjamaah di masjid tepat waktu, nanti Aku lipat gandakan pahala sholatmu 27 kali, dan dari setiap langkah kakimu menuju ke Masjid akan Aku gugurkan dosa-dosamu, dan akan Aku angkat derajatmu, dan akan Aku berikan solusi dari seluruh masalahmu, dan akan Aku mudahkan dan cukupkan urusan duniamu. dan akan Aku berikan kamu kemenangan"*_, _"Maukah anda menerima tawaran dari Alloh..?"_

*Jama'ah*: Ada yang terdiam, ada yang bilang mau, ada yang menangis

*Ustadz* : _"Jika dengan tawaran ganjaran *sehebat ini* anda belum juga tergerak untuk ke masjid, lantas dgn cara apalagi Alloh menawarkan ke anda..?"_.

 _*"Seringkali untuk urusan dunia kita lebih memilih yang banyak ganjarannya, Sedangkan untuk urusan akherat kita lebih memilih yang sedikit ganjarannya"*_. ...

Alloh mustahil berbohong...untuk janji dari seorang manusia yg bisa meleset saja atau berbohong, kita semangat mengikuti, masa janji kebahagiaan dari Alloh yg tidak mungkin meleset, kita tak mengikuti?... *kita lebih sering nyaman dgn janji dari manusia, dibanding janji Alloh* ...

_"Jadilah muslim yang cerdas , cerdas dalam memilih. Mintalah perlindungan dan pertolongan Alloh dengan RahmatNya sehingga kita dimudahkan dalam beribadah. Insya Alloh kita selalu diberi Hidayah. Karena Hidayah Hak preogatif Alloh. Aamiin."_

*MARI.. kita jaga ke istiqomahan sholat BERJAMA'AH di Masjid !!!*
Selamat menanti sholat Fardhu di Masjid sahabat, persiapkan dgn baik sholat kita, jgn kalah persiapannya dgn saat kita akan menghadap org yg paling kita hormati atau org yg akan memberi keuntungan besar.

MU’JIZAT MERAWAT ORANG TUA

MU’JIZAT MERAWAT ORANG TUA
----

*MU’JIZAT MERAWAT ORANG TUA*

Uang bisa dicari,

Ilmu bisa digali,

Sakit bisa diobati,

*Tetapi kesempatan untuk mengasihi orang tua takkan terulang lagi,*

Ketika anak kita menemukan jodohnya, dan mendapatkan wanita cantik yang berhasil merebut seluruh hatinya, tidak jarang orang yang pertama menjadi musuh si Anak adalah orang tuanya sendiri.

Orang tua yang semula begitu mulia, mendadak terasa menjadi sangat cerewet, dan menjadi sumber masalah rumah tangga. Apalagi bila si anak (laki-laki) tidak berhasil menyatukan hati istrinya dengan ibundanya.

Anehnya anak-anak yang merawat orang tuanya sampai wafat, kebanyakan di cintai Alloh, hal itu tercermin dalam karir hidupnya di Dunia, dan mereka cenderung menjadi orang yang sukses.

*Mu’jizat Orang Tua, dapat kita temukan dalam sejarah hidup seorang sahabat di bawah ini:*

–o0o–

Ketika ibu dari Iyas bin Muawiyah wafat, Iyas meneteskan air mata tanpa meratap, lalu beliau ditanya seorang sahabat tentang sebab tangisannya,

Jawabnya, “Alloh bukakan untukku beberapa pintu untuk masuk surga, sekarang, satu pintu telah ditutup.”

Begitulah, orangtua adalah pintu masuk surga, bahkan pintu yang paling tengah di antara pintu-pintu yang lain.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“ *ORANG TUA adalah PINTU SURGA YANG PALING TENGAH*, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya.”
(HR Tirmidzi)

Al-Qadhi berkata, ” Maksud pintu surga yang paling tengah adalah pintu yang *PALING BAGUS dan PALING TINGGI*.

Dengan kata lain, sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orang tua dan menjaganya.”

Bersyukurlah jika kita masih memiliki orangtua, karena di depan kita masih ada pintu surga yang masih terbuka lebar.

Terlebih bila orang tua telah berusia lanjut.

Dalam kondisi tak berdaya, atau mungkin sudah pelupa, pikun dan terkesan cerewet, atau tak mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang baru lahir.

*SUNGGUH TERLALU, ORANG YANG MENDAPATKAN ORANG TUANYA BERUSIA LANJUT, TAPI IA TIDAK MASUK SURGA, PADAHAL KESEMPATAN BEGITU MUDAH BAGINYA*.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sungguh celaka… sungguh celaka… sungguh celaka..”,

lalu Seseorang bertanya “Siapakah itu wahai Rasulullah?”
Beliau bersabda, “Yakni orang yang mendapatkan salah satu orang tuanya, atau kedua orang tuanya berusia lanjut, namun ia tidak juga bisa masuk surga.”
(HR Muslim)

Ia tidak masuk surga karena tak berbakti, tidak mentaati perintahnya, tidak berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak menjaga kata-katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tak lagi mampu hidup mandiri.

*SAATNYA BERKACA DIRI, SUDAHKAH LAYAK KITA DISEBUT SEBAGAI ANAK YANG BERBAKTI ? SUDAHKAH LAYAK KITA MEMASUKI PINTU SURGA YANG PALING TENGAH ?*

Semoga menjadikan manfaat & barokah. Aamiin Yaa Rabb

Membaca Al-Qur'an itu luar biasa

Membaca Al-Qur'an itu luar biasa
*Luar biasa bagi yang membaca Al-qur'an*

(Sungguh merugi bila anda tidak menyelesaikan baca'an tulisan ini).

Berkata Ibnul Qudamah: "sangat dimakruhkan orang yang menghatamkan Al-qur'an lebih dari 40 hari".

Berkata Imam Qurtubi: "40 hari adalah waktu bagi orang -orang yang punya kelemahan membaca Al-qur'an dan orang memiliki banyak kesibukan".

Adakah di antara kita dalam sebulan atau 40 hari mengkhatamkan Al-qur'an..??

Jika kita memang orang yang berakal akan bergetarlah jiwa ini (karena kelalaian).

*di antara kebaikan Al-qur'an bahwa Allah akan memberkahi pembaca dan penghafalnya*

Berkata Abdul Malik bin Umair:
"Satu-satunya manusia yang tidak pikun adalah orang yang selalu membaca Al-qur'an".
Dalam redaksi lain
"Manusia yang paling jernih akalnya adalah para pembaca Al-qur'an".

Berkata Al-imam Qurtubi:
"Barang siapa yang membaca Al-qur'an,  maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun".

Imam besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim rahimahullah.
"Perbanyaklah membaca Al-qur'an jangan pernah kau tinggalkan, karena sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan di mudahkan setara dengan yang kamu baca".

Berkata Ibnu Solah:
"Bahwasannya para Malaikat tidak diberi keutama'an untuk membaca Al-qur'an,  maka oleh karena itu para Malaikat bersemangat untuk selalu mendengar saja dari baca'an manusia".

Berkata Abu Zanad:
"Di tengah malam,  aku keluar menuju masjid Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam sungguh tidak ada satu rumahpun yang aku lewati melainkan pada nya ada yang membaca Al-qur'an".

Berkata Shaikhul Islam ibnu Taimiyyah: "tidak ada sesuatu yang lebih bisa memberikan nutrisi otak, kesegaran jiwa, dan kesehatan tubuh serta mencakup segala kebahagiaan melebihi dari orang yang selalu melihat kitabullah ta'ala".

Bergantunglah pada Alqur'an niscaya kau akan mendapatkan keberkahan.
Allah berfirman: "ini adalah kitab yang kami turunkan kepadamu yang penuh keberkahan agar mereka mau mentadaburi ayat-ayatnya".

Berkata sebagian ahli tafsir
"Manakala kita menyibukkan diri dengan Al-qur'an maka kita akan di banjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia".

"Saya memohon kepada Allah agar mberikan taufiqnya kepada saya dan kalian semua untuk selalu membaca Al-qur'an dan mengamalkan kandungannya".

Bila anda Cinta pada Alqur'an maka sebarkanlah,,,
 demi Allah, sekian banyak orang yang membaca Alqur'an maka pahala anda akan selalu mengalir..

Alih bahasa
CANDRA ABBAS AL-BIMAWI 😊

Tuesday, 17 January 2017

Suatu ketika Rasulullah

Suatu ketika Rasulullah
Copas dr group sebelah :

Suatu ketika Rasulullah SAW mengajak istrinya Aisyah RA berlomba pacuan kuda. Aisyah mengatakan: “Rasulullah beradu kecepatan denganku, dan aku berhasil unggul dalam hal kecepatan.” Sebagai pemimpin perang yang tangguh semestinya Rasulullah menang atas Aisyah. Kenyataannya tidak. Aisyah yang menang.

Aisyah melanjutkan kisahnya: “Namun saat badanku berbobot (bertambah gemuk, red) kami kembali beradu kecepatan, dan beliau mengungguliku.” Rasulullah menyindir: “Ini sebanding dengan keunggulan sebelumnya (point sekarang 1-1, red).” (HR Ahmad dan Abu Daud)

Kewajiban pertama seorang suami terhadap istrinya adalah mempergaulinya dengan baik. Allah SWT berfirman: “Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka karena suatu hal, (ingatlah) bahwa dalam segala hal Allah menjadikan kebaikan yang banyak.” (QS An-Nisa: 19).

Salah satu cara mempergauli istri dengan baik, seperti dipraktikkan oleh Rasulullah dalam hadits di atas, adalah menciptakan suasana romantis dalam rumah tangga. Salah satu kiatnya adalah dengan mengadakan permainan-permainan. Imam Ahmad dalam Sunan-nya mengatakan, Rasul bersabda, ada tiga permainan yang tidak sia-sia. Salah satunya adalah permainan yang dilakukan bersama istri untuk menciptakan suasana yang romantis.

Rasulullah tidak ingin romantis sendiri. Beliau juga ‘memanas-manasi’ para sahabatnya untuk menciptakan suasana yang sama. “Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik dari kalian terhadap istri. Dan aku yang terbaik di antara kalian terhadap istriku..” (HR at-Thabrani).

Jika pun Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlaq, maka akhlaq yang paling perlu ditata terlebih dahulu adalah akhlak dalam berumahtangga. Rasulullah SAW bersabda: “Yang paling sempurna imannya di antara kalian adalah yang paling baik akhlaqnya, dan yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya." (HR Abu Daud)

Maka, tunggu apa lagi?
😚😳😳😳😳🙄